TPPK YPMAK Sosialisasi Program Kampung di Banti, Samuel: Tujuannya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kampung

TIMIKA, RPM – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menggelar kegiata sosialisasi tentang Program Kampung bagi masyarakat suku Amugme di lembah Waa yang terdiri dari tiga kampung yaitu Banti 1, Banti 2 dan Opitawak, di wilayah Distrik Tembagapura pada Rabu 8 September 2021.

Kegiatan sosialisasi yang dipusatkan di kampung Banti 2 ini dipimpin oleh anggota Tim Pengelolah Program Kampung (TPPK) yang juga sebagai anggota Badang Pengawas YPMAK, Samuel Rorimpandey.

Samuel mengatakan, kegiatan sosialisasi yang diiukti oleh seratusan warga dari tiga kampug ini berjalan dengan lancar. Selain itu tim kerja atau Pokja yang terdiri dari tujuh orang perwakilan warga dari tiga kampung telah dipilih oleh masyarakat guna mengelolah program kampung ini.

“Kegiatan diawali dengan sosialisasi apa itu Program Kampung kepada masyarakat dan setelah itu dilakukan pemilihan tim pokja yang mewakili semua masyarakat yang ada di Banti 1, Banti 2 dan Opitawak,dan terpililah tujuh orang dengan koordinatornya, Among Jamak, anggotanya Siprianus Omabak, Oktovianus Omabak, Martina Natkime, Obet Natkime, Dianus Omaleng, dan Jaya Jamak. Secara umum semua masyarakat sudah menerima tujuh orang ini dan secara dokumen juga semua sudah tanda tangan. Selanjutnya tim pokja akan bekerja, dengan mendapat aspirasi kemudian dibuat dalam bentuk proposal kegiatan dan diajukan ke YPMAK,” kata Samuel.

Samuel menjelaskan, program kampung ini bertujuan untuk memberikan penghasilan tambahan kepada masyarakat, dengan harapan meningkatkan ekonomi masyarakat di kampung. Samuel menegasakn, program ini bukan bagi-bagi uang. Masyarakat wajib bekerja terlebih dahulu kemudian mendapatkan penghasilan.

Untuk warga di tiga kampung di lembah Waa, anggaran yang dikucurkan oleh YPMAK tahun 2021 ini sebesar Rp3 miliar dari total Rp40 miliar yang dialokasikan YPMAK khusus kepada kampung dari masyarakat suku Amungme dan Kamoro.

Sementara itu untuk mekanisme pelaksanaanya, tim pokja yang telah dipilih oleh masyarakat, menginfentarisir usulan masyarakat kampung terkait apa yang akan dikerjakan. Tim pokja kemudian mengajukan program kegiatan usulan masyarakat tersebut ke YPMAK dalam bentuk proposal. YPMAK melalui TPPK akan melihat usulan program tersebut dan selanjutnya anggaran akan ditransfer ke tim Pokja dan selanjutnya kegiatan dilaksanakan di kampung.

“Masyarakat bekerja dan kemudian dari bekerja itu mendapatkan upah. Jadi program yang dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat tetapi bukan pekerjaan konstruksi karena uang itu akan habis di pembelian material atau ke kontraktor, padahal kunci program kampung agar masyarakat mendapat penghasilan tambahan,” kata Samuel.

Alokasi anggaran untuk masing-masing kampung akan dicairkan dua kali yaitu tahap pertama sebesar 50 persen dan selanjutnya tahap kedua sebesar 50 persen. Namun pencairan tahap kedua sebesar 50 persen dapat dilakukan jika pencairan tahap pertama sudah dipertanggungjawabkan.

Kontrak kerja pelaksaan program kampung tahun 2021 ini dimuai pada 1 September 2021 hingga 28 Februari 2022.(Jim/RPM)

Dengarkan Podcast Berita Ini






Hari Minggu, 19/09/2021, Pukul 11:17 WIT
Acara saat ini :
Warta Berita Nasional
Lihat Jadwal Program Lengkap